Minggu, 21 November 2010

Learning By Teaching

Dulu saat masih duduk dibangku sekolah dan bahkan di bangku kuliah, begitu sulitnya saya untuk memahami pelajaran yang diberikan oleh guru atau dosen di kelas. Bahkan setelah sampai dirumah, berkali - kali saya baca materi kuliah, masih belum paham juga apa yang sebenarnya sedang saya pelajari ini. Misalkan saja belajar tentang biologi, mendengar nama mata pelajarannya saja sudah merinding karena didalam benak saya langsung terbayang begitu banyaknya istilah - istilah dan mekanisme tubuh yang harus dihapal mati.

Apakah saya yang bodoh karena tidak mampu menyerap pelajaran disekolah?? apakah saya yang gampang pelupa dengan banyak hal yang pernah saya baca dari buku??? lantas kenapa ya kalau untuk urusan yang lain diluar pelajaran sekolah saya begitu mudah mengingatnya??? misalkan pada saat bertemu dengan kawan-kawan lama, bahkan saya masih ingat hal-hal apa saja yang saat itu kami bicarakan.

Baru saat ini saya begitu memahami dimana sebenarnya letak kesalahan pola belajar saya. Saat ini Alhamdulillah Allah mengamanahkan saya menjadi seorang tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta. Namun, ternyata dibalik amanah tersebut, saya justru belajar banyak hal, tidak saja hanya sebatas materi kuliah, melainkan juga banyak hal lain yang membuat saya semakin paham akan titik lemah saya dalam menerapkan pola belajar sewaktu di sekolah dan kuliah.

Semasa kuliah dahulu, saya sempat menjadi salah satu asisten praktikum pembuatan tablet obat. Banyak hal yang saya sharing kepada para peserta praktikum dari mulai bagaimana membuat formulasi sebuah tablet, pemilihan bahan yang cocok untuk tablet, dan lain sebagainya. Uniknya, ternyata ilmu tentang tablet tersebut sampai sekarang tetap masih bisa saya ingat tanpa harus membuka kembali catatan kuliah.

Sekarang ketika saya mengajar mahasiswa tentang Kimia Organik, ternyata setelah saya ajarkan kepada mereka banyak hal, sampai sekarang saya masih ingat bagaimana konsep Kimia Organik itu sesungguhnya, dan jika ada soal tentang Rumus Molekul misalnya, tanpa membuka buku saya dapat mengerjakannya dengan mudah.

Saya jadi berfikir panjang, sepertinya saya menemukan sebuah petunjuk yang insyaAllah sangat berharga untuk dibagikan. Bukan tentang mata kuliah yang saya pegang atau apapun itu, melainkan tentang pola belajar yang efektif dan efisien, cara mengingat materi apa yang telah dibaca dan banyak hal lain.

Belajar yang efektif bagi saya ternyata bukanlah dengan membaca buku berkali - kali. Belajar efektif bukan pula selalu mendengarkan kuliah dosen dikampus. Namun belajar yang efektif adalah belajar sambil mengajar. Lha Apa maksudnya???
Ya betul, ternyata dengan belajar sambil mengajar, akan mempercepat proses otak dalam mengingat suatu ilmu atau pelajaran. Pada saat kita menyampaikan suatu informasi kepada orang lain, maka otak kita akan memberikan atensi(perhatian) yang besar terhadap apa yang kita ucapkan. oleh karena itu, Memori yang tertanam didalam otak akan semakin kuat dan sampai kapanpun kita akan selalu ingat dengan apa yang kita ajarkan.

Oleh karena itu sangat lah wajar ketika kita melihat banyak para tenaga pengajar yang meskipun sudah berusia lanjut, namun mereka masih mampu mengingat materi kuliah yang dibawakannya. sesuai juga dengan sebuah pernyataan bahwa Ilmu yang diamalkan akan tidak akan berkurang melainkan justru akan semakin bertambah banyak.

Jadi saran supaya kita mudah mengingat dalam setiap pelajaran atau kuliah, sering-sering lah berdiskusi dengan teman atau rekan lain.
Ajarkanlah apa yang pernah kita peroleh di sekolah atau kuliah atau dari hasil membaca kepada teman yang lain, maka dengan begitu kita dengan sendirinya akan menemukan banyak hal yang sebelumnya tidak kita pahami pada saat belajar dahulu.
Membaca memang perlu namun lebih afdol lagi setelah membaca sesuatu yang penting, segera informasikan atau ajarkan kepada orang lain, dijamin dalam sekejap anda akan cepat mengingat atau mempelajari suatu pelajaran apapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar