Senin, 09 Januari 2012

hasbunallaahu wani'mal wakiil

"Ya Allah, aku berkomitmen untuk menjaga ikhtiarku ini dari riba" itulah sepenggal doa yang aku bisikan setiap selesai sholat baik fardlu maupun sunah. Ya, riba, itulah yang saat ini menjadi musuh setia ku. Aku menyadari akan konsekwensi menjaga komitmen ku ini. Di depan aku menyadari bahwa hati ini akan selalu dihadang oleh berbagai kesulitan yang ujung - ujungnya adalah bertujuan untuk merontokkan komitmen yang telah aku buat ini.

saat ini aku sedang usaha di bidang ritel online. Tanpa terasa ternyata usahaku ini telah berjalan hampir tiga tahun. hmmm, sungguh waktu yang tidak sebentar, namun jika melihat kondisi usahaku saat ini memang tampak begitu-begitu saja, memang secara omset usahaku ini menanjak sangat signifikan, namun secara penampakan, dari dulu hingga sekarang masih tetap belum berbentuk fisik, masih online.


Maklum, hal ini dikarenakan minimnya modal usaha yang aku punyai, bukan tanpa upaya melainkan saat ini aku memberikan kriteria terhadap modal usaha yang dapat aku gunakan untuk menghidupi rumahTAZIEK ini. Aku baru mau menggunakan dana tersebut jika asal usulnya jelas, dan bersih dari riba.

hmmm, memang kondisi yang sangat sulit, mengingat saat ini yang punya dana besar dan mudah untuk dipinjami adalah bank yang notebane nya harus berkenaan dengan bunga.

"TIDAK" itu adalah pekikan kalimat yang aku keluarkan ketika dalam benakku mulai nakal untuk mencoba meminjam ke suatu bank. Oleh karena itu, tidak ada cara lain jikalau usahaku ini ingin tambah maju, maka aku harus bisa mendapatkan dana investasi dalam waktu singkat salah satunya adalah dengan memanfaatkan relasi dan teman2x ku..

sikap nekat pun aku jalankan demi mendapatkan dana segar sebagai pelepas dahaga minimnya modal usahaku ini, singkat cerita aku membuat sebuah proposal bisnis dan aku ajukan kepada beberapa orang teman dekat yang memang mereka sudah sangat mengenal aku secara karakter.

Alhamdulillah dalam waktu singkat, berhasil terkumpul uang 20 juta rupiah, dan akupun berjanji melalui proposal tersebut bahwa insyaAllah dalam waktu 3 bulan uang tersebut akan kembali berikut perolehan bagi hasilnya yang insyaAllah adil dan memuaskan.

Kenapa aku berani menjanjikan seperti itu?? ya aku optimis, setelah dua tahun lebih aku menjalani bisnis rumahTAZIEK ini, ternyata setiap empat bulan jelang lebaran, omset rumahTAZIEK naik tajam, sehingga akupun yakin kalau dalam tiga bulan usaha rumahTAZIEK insyaAllah akan mengulang kesuksesan yang sama.

Hmmm..kenyataan memang tidak seindah harapan, tatkala memasuki tanggal 1 bulan ramadhan, istriku yang memang menjadi partnerku dalam usaha rumahTAZIEK ini alhamdulillaah mengandung. Namun imbasnya ia harus rehat panjang, bahkan selama masa kehamilan tersebut istriku harus bolak balik keluar masuk rumah sakit hingga 4 kali dikarenakan proses "ngidam" yang cukup berat. bobot badannya turun drastis hampir 10 kilo gram, sehingga tampak sangat kurus. Banyak biaya yang harus aku keluarkan bahkan sampai rebutan dengan modal yang harus aku gunakan untuk menjalankan rumahTAZIEK.

Namun, aku sudah bertekad dan berjanji kepada teman2x yang sudah berinvestasi di usahaku ini, pokoknya target ku waktu itu, semua investasi terbayar lunas dengan bagi hasil yang memuaskan. "hasbunallaahu wani'mal wakiil, ni'mal maula wani'mal nasiir.." lirih aku mengucapkan sepenggal doa dalam hatiku sambil mengelus dada. Karena sebenarnya tatkala aku membayangkan akan hutang ini, sungguh membuatku menangis setiap malam, namun harus bagaimana lagi hanya Allah lah tempat aku mengadu. Aku harus tetap membuktikan kapabilitasku dihadapan teman2x ku..

Akhirnya mau tidak mau aku fight sendirian dalam menjalankan roda bisnis ini, sampai - sampai kadang kala aku lupa untuk berbuka dikarenakan sibuk packing dan antar barang ke jasa kirim. Alhamdulillah ternyata di dekat tempat ku ada jasa kirim yang buka hingga jam setengah 9 malam, sehingga akupun tidak kesulitan untuk mengirimkan paket untuk para konsumen yang mengorder siang hari atau sore hari.

waktu berlalu, lebaran pun telah berlalu, kini aku tinggal menghitung uang yang harus aku bayarkan kepada investor dan kepada produsen yang selama perjalanan usaha kemarin sempat aku pinjam barangnya, jadi waktu itu total uang yang harus aku kembalikan adalah sekitar 50 juta rupiah.

dan Alhamdulillah, semua terbayar lunas. teman2x pun senang dan menunggu kesempatan untuk investasi berikutnya.

Alhamdulillah, itu kalimat yang senantiasa aku panjatkan, karena sebelumnya aku tidak pernah menyangka bisa membayar semua hutangku dan bahkan bisa memuaskan para investor ku tersebut. itulah kekuasaan Allah.

Kini, dengan tingkat kePeDean ku yang cukup tinggi, aku mulai menyusun kembali proposal usaha rumahTAZIEK, dan aku mulai sebarkan kepada teman2x ku yang lain. kini aku mentargetkan untuk bisa mendapatkan dana investasi 70 juta rupiah. Tetap, aku masih menjaga keistiqomahan ku terhadap komitmen awal untuk selalu menjaga ikhtiarku ini bersih dari riba.

Hmmm..berat?? aku yakin hadangan didepan akan terasa berat, namun itulah konsekwensi, ketika kita memperjuangkan suatu komitmen maka bersiaplah dengan berbagai rintangan yang berhubungan dengan hal tersebut.

Makanya kadang kala setiap baca iklan suatu bank menawarkan produk kredit ringan, dalam hati aku berdoa "hasbunallaahu wani'mal wakiil.."
tatkala setiap aku melewati sebuah bank yang seolah - olah mengajakku untuk sekedar mampir, dalam hati aku berucap "hasbunallaahu wani'mal wakiil.."
bahkan ketika masih banyak teman2x ku yang masih meragukan kapabilitasku untuk berinvestasi di usahaku ini, akupun berucap "hasbunallaahu wani'mal wakiil.."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar