Rabu, 15 April 2009

Berjiwa Besar

Suatu ketika ada dua orang yang bekerja disebuah perusahaan farmasi ternama di indonesia. Anggap saja orang pertama bernama A dan orang kedua bernama B. keduanya kebetulan ditempatkan dibagian yang sama dan baru beberapa hari bekerja diperusahaan tersebut.

Suatu ketika manager mereka memberikan tugas kepada keduanya untuk merangkum beberapa buku sumber yang lumayan tebal, sedangkan waktu yang diberikan kepada mereka adalah 2 hari. tugas ini diperlukan untuk data R 'n D untuk mendukung produk baru yang akan diluncurkan oleh perusahaan farmasi tersebut.
"waduh banyak amat, mana berbahasa inggris lagi.." begitu sahut orang A. sedangkan orang orang B tidak mengeluarkan sepatah katapun.

kemudian mereka membawa buku tugas mereka kerumah masing2x, sesampainya dirumah langsung saja buku itu disimpan diatas meja mereka masing masing.
"wah, waktunya mepet nih...gak mungkin bisa dikejar..gimana nih manager..memberi tugas tapi seenaknya saja..mana saya tidak ngerti lagi dengan bahasa inggris..waduh mana nih buku pertama yang harus dibuka...pusiiiing..." begitu sikap orang A sampai akhirnya ia kebingungan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan saking lelahnya berfikir, akhirnya ia pun ketiduran sampai esok paginya sampai ia pun terbangun dan bersiap kembali untuk berangkat ke tempat kerja.

beda lagi dengan orang kedua yang bernama B, sesampainya dirumah setelah menyimpan bukunya di atas meja kerja nya, dia tidak langsung membuka buku tersebut. tapi dia mencoba mengistirahatkan fikirannya yang penat dengan kesibukan dikantornya tersebut..setelah staminanya kembali kesemula ia kemudian memegang satu persatu buku buku yang dibawanya, kemudian membaca judulnya, lalu perlahan tapi pasti ia kemudian membuka satu persatu buku tersebut dan mulai mengerjakan tugas managernya tersebut dan buku kamus bahasa inggris tidak pernah lepas dari tangan kirinya..sampai akhirnya esoknya tugas yang seharusnya selesai dua hari mampu dia kerjakan hanya dalam waktu satu hari. dan esoknya ia pun berangkat ke tempat kerja dan bertemu kembali dengan A untuk mengerjakan aktivitas kantor.

dari kedua tingkah orang tersebut, anda pasti sudah bisa membedakan kedua karakter orang tersebut.

orang A sebelum melihat buku apa yang dia bawa, terlebih dahulu ia sudah berkomentar miring terhadap tugasnya tersebut, dia tidak sempat berfikir jernih ketika berada dirumah boleh jadi karena kepenatan yang terbawa sampai ke rumah. orang A ini, sebelum mengerjakan tugasnya dia sudah mengalami mental bloking terlebih dahulu, sehingga fikirannya terpenuhi oleh rasa amarah, emosi yang besar sehingga dia menganggap suatu masalah yang dia hadapi adalah masalah terbesar yang tidak dapat diselesaikan dengan mudah...

orang B lebih cerdik dibandingkan dengan orang A. sebelum memulai pekerjaan rumahnya dia terlebih dahulu mengkondisikan fikirannya. memanage setiap masalah kantor yang sempat hinggap di otaknya, sampai kemudian fikirannya jernih dan siap untuk memikirkan hal lainnya.. lantas ia pun mengambil bahan pekerjaannya tersebut, dan berusaha untuk tetap yakin bahwa tugasnya tersebut akan terselesaikan dengan mudah. oleh karena itu, sebelum membuka satu persatu bukunya, ia membaca terlebih dahulu judul dari setiap buku tersebut. lalu kemudian menyusunnya menjadi susunan rapi sehingga menunjukan skala prioritas buku mana dahulu yang harus dibaca..

kekurangannya dalam berbahasa inggris tidak mengurangi niatnya untuk menyelesaikan tugasnya tersebut, dan ia pun selalu dekat dengan kamus bahasa inggris yang membantunya dalam menterjemahkan. sampai akhirnya tugasnya pun selesai dengan sempurna.

simpulan :
cara pandang seseorang terhadap suatu masalah akan menentukan karakter orang tersebut. seorang yang berjiwa kerdil akan memandang suatu masalah yang sebenarnya kecil menjadi lebih besar, mental bloking terbentuk dengan cepat, sampai akhirnya dia stres dengan masalahnya tersebut
seorang yang berjiwa besar, akan memandang suatu masalah baik kecil maupun besar sekalipun menjadi lebih sederhana sehingga akhirnya dapat terselesaikan dengan sempurna.

jadi intinya adalah cara sudut pandang seseorang dalam memandang suatu hal, jangan terburu buru menuduh sesuatu sebagai beban atau hambatan yang akhirnya justru akan menimbulkan mental bloking, namun upayakan jernihkan fikiran terlebih dahulu, baru bertindak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar