Rabu, 28 April 2010

Manusia itu hanya wajib berusaha, Biar Allah yang menentukan skenarionya

Anda pernah melihat sinetron ? apapun judulnya ??? saya yakin anda pernah.. Ada sebagian dari anda yang emosinya ikut terbawa oleh para aktor yang memerankan perannya dalam sinetron tersebut. Ada yang mengeluarkan makian, kesel, bahagia..dan lain sebagainya..
Sinetron itu adalah sebuah penjabaran dari skenario yang diarahkan dan dibuat oleh seorang sutradara. Seorang pemeran utama pada awal cerita dia akan mengalami sebuah proses kehidupan yang njelimet, ada yang sedih terus ditindas oleh adik tirinya, ada yang hilang ingatan, atau bahkan ada pula dari mereka yang difitnah dan lain sebagainya. Namun pemeran utama tersebut dengan sabarnya menjalani peran nya tersebut, dan pada akhirnya pemeran utama tersebut mendapat kebahagiaan di akhir cerita.

Begitu pula dengan kehidupan mahluk di dunia ini, terutama manusia. Sadarkah Anda??? bahwa ternyata kita ini dalam hidup sudah ada skenarionya masing - masing. Lantas yang menjadi sutradaranya adalah Allah Yang Maha Esa, Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Allah membuat skenario manusia itu dengan beragam jalan, ada yang dari mereka harus melalui sebuah episode kehidupan yang sulit dulu, lalu Allah mengubah nasibnya menjadi sosok seorang yang kaya raya. Ada manusia yang nasibnya senang, lahir dari keluarga kaya raya, namun di tengah jalan Bisnis orang tuanya bangkrut sehingga ia jatuh miskin. Ada orang yang dahulu hidupnya penuh dengan dunia hitam, namun lantas dikemudian hari hidupnya berubah menjadi sosok yang nyantri, bahkan dengan seizin Allah, ia mampu mengajak mereka untuk berhijrah dari dunia hitam menjadi sosok yang taat terhadap Allah.

Begitu lah sekenario Allah, tidak ada seorang pun yang mengetahui pasti diakhir nanti akan seperti apakah sekenario hidup kita ini ???
Bahkan beruntunglah mereka yang menyadari bahwa apa yang sedang dialaminya tersebut adalah sebuah skenario kehidupan yang sedang di jalankannya. ketika ia lahir dalam keadaan miskin, maka ia menyadari bahwa itu adalah sekenario Allah, dan dia membayangkan bahwa dalam sekenarionya tersebut, dia harus berusaha untuk mengubah nasibnya. sehingga diakhir cerita ia akan tumbuh menjadi seseorang yang memiliki banyak harta, dermawan dan lain sebagainya.
Seandainya dari usaha/ ikhtiarnya tersebut ternyata tidak memberikan hasil, maka sadari lah bahwa itu adalah sekenario Allah.
Namun ketika seseorang yang miskin, menganggap bahwa nasibnya sudah ditentukan Allah untuk tetap menajdi orang miskin, maka ia akan tetap menjadi orang miskin, dan di akhir ia akan menjadi orang yang merugi, karena tidak berupaya untuk menggunakan potensi nya untuk berusaha mengubah kondisinya.

Jadi, sangat salah jika seseorang mengatakan bahwa nasibnya memang ditetapkan untuk menjadi orang miskin, atau seorang pengamen yang mengatakan bahwa nasibnya memang ditakdirkan untk menjadi pengamen. Yang benar adalah setiap hal yang terjadi pada seseorang adalah akibat individu itu sendiri.
namun seandainya ia telah berupaya sekuat tenaga untuk mengubah nasibnya, dan Allah menyatakan lain..maka itu lah skenario yang Allah tetapkan untuk dia

Jadi, kewajiban kita adalah berusaha sekuat tenaga, mengenai hasilnya Allah lah yang berhak menentukan. ketika ikhtiar kita berhasil, maka itu adalah karena kehendak Allah, namun ketika ikhtiar nya tidak berhasil, maka serahkan semua kepada Allah, karena Allah lebih tahu skenario terbaik untuk kita..

salam sukses
- taziek's

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar