Jumat, 23 Januari 2009

Mencoba Mercandise

Selain menjalankan bisnis nasi liwet rasamala yang cukup menguras otak dan tenaga juga, sebenarnya aku juga menjalankan usaha dibidang merchandise. ide menjalankan usaha tersebut bermula pada saat aku sedang reunian bersama teman-teman LSS, disana aku kenal Budi yang sedang getol menjalankan bisnis merchandise sekalian juga sedang berusaha merampungkan skripsinya itu. dia menawarkan pada saya promo pembuatan merchandise untuk event-event. ketika aku tanya mengenai harga dan kualitas, ternyata lumayan menggiurkan juga untuk dijalankan, dimana dia merupakan produsen pertama dan memberikan harga miring namun kualitas produk berani bersaing dengan pasaran. bahkan bisa untuk cetak satuan juga.

aku mulai menerawang mengenai prospek bisnis ini kedepannya, "wah ditempatku belum ada nih...kenapa gak aku coba saja..."pikirku...akhirnya akupun segera mencobanya dengan pertama kali aku menawarkan kepada teman-teman ku di kelas apoteker. caranya cukup unik. aku coba pinjem pin (merchandise) yang bergambar foto seseorang,lalu aku sebar ke teman - teman di sela sela kuliah seraya tidak lupa aku cantumkan cara pemesanannya..alhamdulillah, baru pertamakali ngiderin di kelas eh dapet banyak orderan...

lalu bisnispun berjalan, meskipun aku tidak membuka gerai, namun promosi tetap gencar terus, via frenster, email, bahkan setiap malam aku bergerilya memasang pamflet berisi iklan tentang usahaku ini ke sekolah skolah..walhasil semakin hari aku mendapatkan banyak orderan..lumayan lah..namun pada usaha ini untuk kegiatan produksinya masih bergantung kepada teman, maklum untuk bisa membangun usaha seperti ini, minimal harus sedia modal sekitar 10 juta, yang mungkin kalau harus menunggu ngumpul modal segitu, kapan aku bisa memulai usahanya..

suatu ketika, waktu itu bertepatan dengan kegiatan jambore nasional yang diadakan di kawasan perkemahan jatinangor. ada salah seorang teman ku yang mengajak untuk berbisnis dengan menjual pin bergambar jamnas. menurut dia prospeknya lumayan besar, soalnya yang datang adalah para siswa dari seluruh pelosok negeri, dan ini adalah event special, jadi pasti laku!!! begitu menurut dia.

akupun tertarik untuk mencobanya, maklum aku melihat temenku ini dari sisi kedekatan dan kepercayaan, walhasil aku pun segera mencarikan dana segar untuk memproduksi pin tersebut sebagai modal awal..lalu akupun dengan membuang rasa malu, aku meminjam dari kedua orang tuaku dengan jumlah yang cukup besar. singkat cerita, pin pun jadi dibuat, kemudian aku segera berangkat ke kawasan perkemahan, dan segera menyerahkannya pada temanku tersebut. dengan perasaan yakin akan sukses dimana pin akan habis terjual, aku rela pulang pergi bandung jatinangor yang lumayan menguras tenaga juga, ditambah dengan bocor ban (motor), plus kehujanan juga...

lama aku menunggu kabar dari temanku tersebut..sampai acara jamnas berakhir, belum juga ada kabar dari teman ku tersebut. padahal aku sudah banyak ngomong ke orang tuaku bahwa modal tersebut insya Allah akan kembali lagi...tapi..naas..ketika aku menemui temanku di kontrakannya, ternyata dengan polosnya dia berkata bahwa waktu diacara tersebut dia tidak sempat memasarkan pin ku tersebut, dan hanya laku sekitar 10%nya...

kecewanya aku waktu itu, padahal modal tersebut aku dapat dengan susah payah, dan grrrr...geraaam...tapi mau bagaimana lagi, aku juga melihat kondisi dia yang juga sedang kesulitan ekonomi, jadi tidak mungkin aku menagih kembali minimal setengah dari modal tersebut...dan tau gak, sampai sekarang uang tersebut belum juga sampai ketangan ku, padahal dia sudah berjanji untuk mengembalikan uang atas barang yang laku sebesar 1 juta.

aku masih sabar menunggu, padahal sudah dua tahun uang ku belum juga kembali....sampai sekarang dan sampai kapanpu aku masih memberi dia kesempatan untuk membayar hak saya, saya juga memaklumi kondisi dia yang memang sedang dalam kondisi ekonomi sulit.

pesanan berikutnya mulai bermunculan baik dari teman2x saat KP, maupun dari relasi baru.. wah lumayan antusias juga, bahkan aku sempat mendapatkan orderan untuk salah satu parpol di daerah jateng dan orderan untuk merchandise nikahan. namun kala itu aku juga masih sibuk dengan urusanku di Forum Peduli Pendidikan Adik Asuh yang sempat aku dirikan beberapa waktu yang lalu.

pesanan terakhir datang dari teman ku dari jogja, lumayan banyak sekitar 1,3jt an. barang sudah terkirim, dan pada saat pembayaran ternyata temanku tersebut mendapatkan musibah mesti dirawat di RS di jogja, sehingga uang yang mestinya dibayarkan pada ku terpakai. sama juga sudah sekitar setengah tahun uang tersebut belum juga kembali. hmmm...aku ikhlaskan semua, biarlah aku beri kesempatan kepada mereka untuk membangun perekonomian mereka dahulu, baru setelah mampu aku akan menagihnya kembali.

semakin lama kesibukanku semakin bertambah terutama setelah apotek berdiri dimana aku berkontribusi disana sebagai salah satu apotekernya. wal hasil, usahaku pun mulai mandek, bukan karena kekurangan pesanan namun karena kesibukanku yang banyak menyita waktu. maka resmi saat ini usaha merchandise aku tutup.

namun dalam hati ini masih tersimpan kuat keinginanku untuk mendirikan toko khusus merchandise, dan untuk mencapainya aku sekarang mencoba mencari dana melalui penjaringan investor...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar