Rabu, 21 Januari 2009

Pengalaman Pertama Berwirausaha

awal berkenalan dengan dunia enterpreneur adalah ketika aku sedang menyelesaikan kuliah profesi apoteker di SF-ITB. waktu itu diawali dengan sebuah obrolan ringan dengan teman sekotaku diar, sampai akhirnya terjadi kecocokan pemikiran.

diarpun mengajak saya untuk turut gabung di usahanya yang sedang dirintis kala itu, yaitu Nasi Liwet rasamala yaitu berupa nasi liwet yang dikemas dengan sterofoam yang didalamnya disertakan juga sajian ayam filet, tempe bumbu dan tidak ketinggalan lalapan plus sambal. waktu itu harga jualnya sekitar 3500 per buah.

waktu itu aku menempati posisi marketing, dengan fasilitas yang ada, aku harus mampu menjual produk rasamala ini kepasar. lumayan berat, karena waktu itu, rasamala belum memiliki tempat tetap sehingga harus ngontrak dirumah sang koki.

karena aku bergelut dibidang kesehatan, aku menyarankan supaya kemasan rasamala diubah dari sterofoam menjadi kemasan yang lebih unik, yaitu besek (kemasan khas yang sering digunakan masyarakat kampung saat hajatan), usulku diterima dan segera saja kami berganti kemasan. pasar mulai aku buka satu per satu, namun masih tetap didalam kampus ITB. setiap pagi aku menjajakan (mengantarkan) makanan dari satu warung ke warung lain yang ada di ITB, meskipun cape karena jam 9 nya aku harus masuk kuliah, namun semangat yang menggebu-gebu untuk menjadi seorang entrepreneur, membuatku rela bermandikan keringat pas tiba diruang kuliah, disana juga aku coba sebarkan promosi tentang produk rasamala.

lama berjalan akhirnya rasamala sudah mulai mendapatkan keuntungan meskipun sedikit namun cukup membuatku senang, karena itu adalah hasil keringatku yang pertama.
penjualan nasi liwet dari yang awalnya hanya 30 bungkus perhari, meningkat menjadi sekitar 250 bungkus perhari bahkan lebih, namun sering juga pada saat aku menjemput hasil jualan, ternyata dari 250 nasi liwet yang aku jajakan, yang laku hanya 50 bungkus. jika kejadian seperti itu, aku biasanya memberikan nasi tersebut ke Himpunanku dan ke beberapa teman di unit kampus, juga ke dua orang anak kecil yang biasa menjajakan donat di ITB. Nah saat itulah aku mulai mengenal kedua anak tersebut. mereka kakak beradik yang nasibnya sama seperti aku, dimana pagi hari sekolah siang nya menjajakan barang dagangannya atau pu sebaliknya..

semakin hari rasamala pun semakin sibuk, kami mendapatkan banyak order terutama pada saat bulan puasa...bahkan kami pernah menerima order dari salah satu parpol pemilu, karena waktu itu sedang ada pertemuan akbar DPP di soekarno hatta.

suatu saat, tibalah saat aku mau menghadapi ujian kelulusan apoteker. Ujian ini adalah ujian yang paling mengerikan sepanjang sejarah ujian ku. bagaimana tidak, untuk persiapan menuju ujiannya saja sampai satu bulan lebih, terlebih lagi dari masing2x peserta ujian disarankan untuk memiliki partner ujian untuk membantunya menyelesaikan soal. kebayang deh seandainya waktu itu Allah tidak memudahkan saya dalam proses ujiannya....

pada saat pembagian tugas, semula aku hendak dijadikan ketua panitia pelaksana ujian, namun serta merta aku menolak secara halus tentunya kemudian aku mengusulkan supaya diriku ditempatkan dibagian logistik dan konsumsi saja, kebetulan waktu itu aku berniat hendak mengambil proyek konsumsinya.

ternyata benar, proyek konsumsi jatuh ketanganku (Rasamala), kemudian aku instruksikan beberapa temanku untuk bersiap2x menghadapi proyek yang menurutku cukup besar, dan cukup penting ini. wal hasil, disamping persiapan ujian, aku juga harus tetap sibuk mempersiapkan segala kebutuhan para peserta ujian akan perangkat (logistik ujian) dari mulai mempersiapkan mesin fotokopi, kertas karbon, pensil, pulpen, sampai ke penambahan daya listrik. karena kesibukan ku tersebut, aku mengalihkan fungsiku sebagai marketing di rasamala ke teman-teman di rasamala.

sampai tiba hari ujian, dengan ucapan "Bismillahirrahmaanirrahiim.." aku bergegas melangkah keruang ujian, waktu itu sekitar jam setengah 7. namun teman teman ku yang lain ternyata sudah menunggu di depan ruang ujian yang masih tersegel kertas bertuliskan dilarang masuk. terasa sekali hawa tegang di wajah teman-temanku kala itu. ada yang sibuk keluar masuk kamar mandi, ada yang berdiskusi di pojokkan membahas teori tablet.

aku sendiri sebenarnya lumayan gugup juga...kebayang saja, semester yang lalu dari sekitar 60 peserta ujian ternyata 18 orang diantaranya gagal dan harus mengulang, aku sendiri merasa gugup karena semasa persiapan, aku malah sibuk mempersiapkan kebutuhan peserta ujian dibandingkan persiapan untuk diriku sendiri. lalu didalam hati aku mencoba menenangkan diri dengan membaca surat Ar rahman sampai tamat terus aku ulangi berkali kali. sampai akhirnya kami memasuki ruang ujian. setelah mendapatkan jatah undian soal ternyata............alhamdulillah...aku mendapat soal tablet asam folat, yang memang aku kuasai. maklum satu semester aku sempat menjadi asisten tablet tuk praktikum anak-anak tingkat empat. jadi ilmunya lumayan menempel diotakku.

masalah ternyata datang pada saat istirahat siang. nasi liwet (konsumsi) ternyata baru datang sebagian, dan setengahnya lagi belum datang. walhasil, banyak teman-teman yang protes karena gak kebagian. setelah aku konfirmasi ternyata mereka disana (tim rasamala) merasa sangat kewalahan.."waduh gawat nih.."

kejadian ini ternyata berlanjut pada malamnya di markas tempat kami berkumpul, dimana nasi liwetnya juga terlambat datang...dan bukannya mengerjakan sisa soal, aku malah sibuk mengurusi konsumsi anak-anak sampai jam setengah 10 malam...cuapek buanget...

setelah semua urusan konsumsi selesai, aku segera bergegas kebilikku dimarkas untuk mengerjakan sisa kerjaan soal yang belum selesai, yang sebenarnya masih buanyak buanget...rasa kantuk yang terus menyerang aku coba tangani dengan minum kopi yang banyak, namun bukannya kantuk yang hilang, melainkan beser yang ada....

ujianpun kini telah selesai, tinggal menunggu hasil yang katanya akan diumumkan dua minggu kemudian. aku segera mengusulkan kepada tim rasamala untuk diadakan rapat evaluasi secepatnya. terus terang aku sendiri merasa malu, kecewa, cape...masalahnya proyek tersebut aku dapatkan dengan susah payah, aku pertaruhkan nama baikku, bahkan aku pertaruhkan juga ujian kelulusan ku...

setelah kejadian tersebut, rasamala mengalami defisit terus menerus yang akhirnya terpaksa bubar, aku sendiri...sekarang ini tengah berdebar-debar menunggu hasil ujianku..

Alhamdulillah...Lulus..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar